Sabtu, 31 Juli 2010

PTK Seni Budaya (penggunaan metode drill dalam menggambar bentuk BAB III)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian.
Tempat penelitian merupakan sumber diperolehnya data yang dibutuhkan dari masalah yang diteliti. Adapun tempat penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs Yasin Gemolong. Pemilihan tempat didasarkan oleh alasan antara lain cara mengajar guru di sekolah tersebut dalam memberikan pelajaran seni budaya pokok bahasan seni rupa khususnya dalam sub pokok bahasan menggambar bentuk, masih bersifat langsung tanpa memberikan latihan bertahap. Dampak dari kenyataan tersebut kemampuan siswa belum bisa mencapai hasil yang maksimal disebabkan selain kekurangpahaman siswa akan materi pelajaran, teknik-teknik menggambar bentuk yang baik dan benar, juga kurangnya keseringan dalam latihan.
Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, sampai tahap penyelesaian. Direncanakan dari bulan September sampai dengan Desember 2009 yaitu pada semester I tahun pelajaran 2009/ 2010 dengan alasan waktu ini adalah masa aktif pembelajaran sehingga memungkinkan dilakukan tindakan kelas.

B. Subjek Penelitian.
Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa dan guru seni budaya MTs Yasin Gemolong. Adapun siswa yang dijadikan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A pada semester I di MTs Yasin Gemolong tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang yang terdiri dari 15 siswa dengan jenis kelamin pria dan 10 siswa dengan jenis kelamin wanita.
Pengambilan subyek penelitian tindakan kelas ini berdasarkan berbagai pertimbangan ditinjau dari hasil belajar mata pelajaran seni budaya siswa kelas VII A di MTs Yasin Gemolong tahun pelajaran 2009/ 2010 masih tergolong cukup rendah, sehingga perlu adanya perbaikan dalam sistem belajar mengajar yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara maksimal. Selain itu berdasarkan dari hasil pengamatan awal, pada umumnya kemampuan belajar siswa kelas VII A MTs Yasin Gemolong khususnya dalam hal menggambar bentuk masih tergolong sangat rendah, oleh sebab itu siswa juga membutuhkan adanya perubahan dalam proses pembelajaran agar kemampuannnya semakin meningkat.

C. Bentuk dan Strategi Penelitian.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Rustam Mudilarto, Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (2004: 1).
Penelitian ini bersifat kolaboratif, dalam ”Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian Tindakan Kelas” menyebutkan bahwa usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan, yaitu: pada saat mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan, observasi, merekam data, evaluasi, dan refleksi), menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan akhir (2004: 4).
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (lihat Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Sehingga rancangan penelitian ini sebagai berikut: penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dan prosedur siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Berdasarkan dari tujuan penelitian yang ingin dicapai, penelitian ini memaparkan dan memahami dari suatu masalah berdasarkan pengamatan hasil dari latihan yang telah diberikan oleh guru kepada siswanya.
Dalam Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) ditujukan pada beberapa hal di bawah ini:
1. Penelitian ini menunjuk pada suatu objek tertentu dengan menggunakan metode dril untuk melatih dan meningkatkan kreatifitas siswa serta mutunya.
2. Tindakan dengan menunjuk pada suatu kegiatan yang sengaja dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini tertuju pada rangkaian siklus.
3. Kelas dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik, yaitu sekelompok siswa.

D. Teknik Pemilihan Sampel.
Teknik yang digunakan adalah cluster sampling. Nazir berpendapat bahwa cluster sampling adalah teknik memilih sebuah sampel dari kelompok-kelompok unit-unit yang kecil, atau cluster. Selanjutnya populasi dari cluster merupakan subpopulasi dari total populasi, unsur-unsur dalam cluster sifatnya tidak homogen. Tiap cluster mempunyai anggota yang heterogen menyerupai populasi sendiri”. (1988: 366).
Adapun langkah dalam pemilihan sampel Penelitian ini meliputi :
1. Sebelum penelitian ini dilaksanakan guru memberikan tes perbuatan terlebih dahulu kepada siswa sebagai refleksi awal untuk mengidentifikasi masalah yang akan diteliti dengan cara siswa diberi tugas secara langsung untuk menggambar bentuk dengan objek buah-buahan sesuai dengan tingkat kemampuan dan kreativitasnya masing-masing.
2. Dari hasil tes yang diperoleh dihitung dan dikelompokan hasil karya-karya dari siswa, selanjutnya karya tersebut dinilai sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Siswa yang memperoleh nilai dibawah standart ketuntasan mutu (SKM) akan diberikan latihan-latihan dan teknik lebih lanjut dalam menggambar bentuk buah-buahan yang baik dan benar. Sehingga dalam refleksi tindakan selanjutnya diharapkan siswa bisa mengejar ketertinggalannya.

E. Teknik Pengumpulan Data.
Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) menurut Suharsini menyatakan bahwa tindakan yang dipilih oleh guru harus yang bisa dilakukan oleh siswa dengan arahan dari guru (2006: 13). Dari pernyataan tersebut jelas bahwa teknik pengumpulan data adalah dari siswa dan hasil karya siswa yang selanjutnya akan diteliti dan dievaluasi lebih lanjut.
Pada penelitian tindakan kelas sumber data dapat diperoleh melalui berbagai macam, seperti; siswa, guru, kepala sekolah, interaksi belajar mengajar, dan lingkungan kelas maupun sekolah, serta dokumen maupun arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah penelitian. Dengan adanya berbagai macam sumber data tersebut maka diperlukan cara atau metode pengumpulan data yang sesuai dengan bentuk penelitian untuk mempermudah mendapatkan data yang diperlukan dalam menjawab permasalahan.

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi:
1. Metode Tes.
Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes perbuatan dengan memberikan latihan menggambar bentuk dengan objek buah-buahan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut; melakukan spesifikasi materi yang telah diberikan oleh guru mengenai prinsip-prinsip menggambar bentuk, menerapkan dril dalam tes perbuatan, melakukan penelaahan atau pengkajian dari aspek proposi, komposisi, dan gelap terang, selanjutnya melakukan pengelompokan dan penilaian pada hasil karya.
Pada langkah ini dapat diketahui kesulitan apakah yang dihadapi oleh siswa dalam menggambar bentuk buah-buahan. Pada kegiatan ini dilakukan secara realistis dan diagnotis untuk mendapatkan hasil yang memadai dengan tujuan untuk mengetahui alasan yang sebenarnya. Sehingga dalam rangkaian siklus akan terfokus pada latihan-latihan yang menjadi kendala siswa dalam menggambar bentuk buah-buahan.

2. Metode Observasi.
Metode observasi atau pengamatan merupakan salah satu alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data-data di lapangan. Menurut Sudjana metode observasi adalah metode yang menganalisa dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung (1998: 193).
Pendapat lain mengenai observasi dijelaskan oleh Nasution yang menyatakan bahwa observasi merupakan pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang perilaku anak sehari-hari. Dari hasil ini kita dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk tentang cara memecahkannya (1996: 106)
Proses observasi ini dilakukan selama kunjungan di lapangan dengan mengatasi situasi berbagai hal mengenai proses berjalannya latihan menggambar bentuk buah-buahan dari segi persiapan sampai selesainya proses latihan tersebut. Metode observasi pada penelitian ini digunakan untuk mengamati jalannya proses latihan menggambar bentuk buah-buahan yang meliputi: lokasi atau tempat dimana situasi yang menjadi objek penelitian berlangsung, person atau orang (perilaku) yang menjadi subjek yang diteliti, dalam hal ini adalah anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, dan kegiatan dan aktifitas subjek yang diteliti.
Adapun instrument yang digunakan sebagai penunjang berjalannya proses observasi tersebut meliputi angket yang dibagikan kepada siswa sedangkan untuk memperjelas keadaan di lapangan pada saat observasi berlangsung digunakan kamera digital sebagai alat untuk mempertegas laporan observasi.
Batasan observasi dalam penelitian ini meliputi; perilaku siswa terhadap mata pelajaran seni budaya khususnya dalam pokok bahasan seni rupa dengan sub pokok bahasan gambar bentuk, kesungguhan siswa dalam mengikuti pelajaran tersebut, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran tersebut, dan ekspresi siswa pada saat mengikuti latihan.
Model observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: observasi partisipasif yaitu observasi yang dilakukan dengan melibatkan diri di lapangan, observasi terus terang dan tersamar. Terus terang jika mereka yang diteliti mengetahui sedari awal, tersamar bila yang diteliti tak mengetahui sedang diobservasi dengan tujuan untuk memperoleh data yang valid, dan observasi tidak terstruktur yaitu observasi tersebut tidak terencana sebelumnya, sehingga fokus observasi dapat berkembang dari sini.

3. Metode Wawancara.
Moleong menyatakan bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (2002: 135).
Metode wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan melalui percakapan peneliti (seseorang yang ditugasi) dengan subjek penelitian atau responden (sumber data).
Dalam penelitian ini informan yang diwawancarai meliputi: guru seni rupa dan beberapa siswa kelas VII A yang dianggap perlu. Dengan maksud memperoleh data-data skunder yang diperlukan untuk penelitian ini.
Dalam penelitian ini metode wawancara yang digunakan adalah wawancara terbuka. Moleong menyatakan bahwa di dalam wawancara terbuka para subjeknya tahu bahwa mereka sedang di wawancara dan mengetahui pula apa maksud wawancara itu (1990: 37). Adapun alasan memilih wawancara terbuka dikarenakan dalam wawancara terbuka dapat dilakukan dengan rilek dan santai sehingga wawancara tersebut dapat berjalan lancar. Antara informan dan peneliti sudah saling siap dengan pertanyaan dan jawabannya.

4. Dokumen/ arsip.
Nasution mengungkapkan bahwa dokumen terdiri atas tulisan pribadi seperti buku harian, surat-surat, dan dokumen resmi (1996: 85., Suharsini Arikunto. 1998: 236). Dokumen ini tidak hanya berupa data-data tertulis dan dokumen resmi seperti: nilai tugas gambar bentuk, rapor seni budaya, rencana pelaksana pembelajaran, kurikulum, dan sebagainya melainkan juga berupa gambar, foto, maupun video recorder dari kegiatan proses pembelajaran seni budaya sebelumnya. Hasil dari dokumen ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari narasumber yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian tentang “penggunaan metode dril sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar bentuk buah-buahan pada mata pelajaran seni budaya kelas VII A di MTs Yasin Gemolong tahun pelajaran 2009/2010”.

F. Validitas Data.
Data yang telah diperoleh dalam penelitian tersebut harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Untuk mengetahui data yang terkumpul memiliki tingkat kebenaran atau tidak, maka perlu dilakukan pengecekan data atau disebut validitas data. Validitas (kebenaran) menurut Cholid Narbuko dan Achmadi maksudnya bahwa antara alat pengukur dengan tujuan pengukuran haruslah cocok atau sesuai (2000: 147). Sehingga harus bisa dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk mengolah data yang telah diperoleh. Dalam membuktikan data yang diperoleh sesuai dengan di lapangan, maka digunakan teknik triangulasi data yang menurut pendapat Moleong yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Menurutnya hal itu dapat dicapai dengan jalan membandingkan data hasil pengamatan dengan data wawancara, membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan (1990: 178). Validitas data pada penelitian ini juga menggunakan teknik rechek data dalam hal ini posisi peneliti adalah sebagai instrumen itu sendiri. Dengan keikutsertaannya peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Agar data yang diperoleh lengkap dan validitas bisa terjaga maka diadakan check data, ketika ada yang kurang maka dilakukan recheck data. Selain itu, validitas data juga menggunakan teknik peer debriefing dimana peneliti mendiskusikan kembali hasil penelitian dengan rekan kerja yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat.

G. Prosedur Penelitian.
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, tiap siklus dilaksanakan prosedur sebagai berikut; Planning (perencanaan), Acting (pelaksanaan), Observing (pengamatan), dan Reflecting (tindakan/ refleksi).
Selanjutnya dalam tiap siklus diberikan tiga kegiatan yakni: Guru melatih pengetahuan siswa tentang definisi gambar bentuk, siswa diberikan latihan mengenai teknik menggambar bentuk buah-buahan yang baik dan benar, dan siswa dilatih untuk bisa menggambar bentuk buah-buahan yang baik dan benar sesuai dengan latihan-latihan sebelumnya.

Pokok-pokok rencana kegiatan

Siklus I
Refleksi Awal
  1. Menganalisis hasil pembelajaran sebelumnya.
  2. Mengidentifikasi masalah yang terjadi, kemudian menyusun hipotesis tindakan.
  3. Mendiskusikan apa yang harus disiapkan.
Perencanaan
  1. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar.
  2. Menentukan materi pokok.
  3. Menyiapkan sumber belajar.
  4. Menyusun LKS (lembar kerja siswa).
  5. Mengembangkan hasil skenario pembelajaran dengan metode pembelajaran.
  6. Mengembangkan format observasi
Tindakan
  1. Menerapkan tindakan mengacu pada skenario pembelajaran
Observasi
  1. Melakukan observasi dengan menggunakan format observasi.
  2. Menilai hasil tindakan dengan cara siswa mengisi angket perkembangan.
Refleksi
  1. Melakukan evaluasi dari setiap macam tindakan yang telah dilakukan.
  2. Mendiskusikan hasil evaluasi tindakan dengan guru yang bersangkutan.
  3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi.

Siklus II
Perencanaan
  1. Mengidentifikasi masalah yang muncul dari perlakuan pada siklus I.
  2. Penetapan alternatif pemecahan masalah.
  3. Pengembangan program tindakan II..
Tindakan
  1. Pelaksanaan program tindakan II.
Observasi
  1. Melakukan observasi terhadap pelaksanaan program tindakan II dengan menggunakan format observasi.
  2. Menilai hasil tindakan.
Refleksi
  1. Mendiskusikan hasil evaluasi dari program tindakan II.
Siklus Selanjutnya Dst… Dst…

H. Analisis Deskriptif Non Parametrik.
Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan pembelajaran kurikulum 1994 yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut 85 % yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 65 % (Depdikbud, 1994). Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar dalam penelitian tindakan kelas ini dapat menggunakan analisis deskripsi non parametrik.
Iqbal Hasan menyatakan bahwa analisis deskriptif merupakan bentuk analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu sampel. Analisis deskriptif ini menggunakan satu variabel atau lebih tapi bersifat mandiri, oleh karena itu analisis ini tidak berbentuk perbandingan atau hubungan (2004: 185). Selanjutnya menurut Raymond metode statistik non parametrik merupakan metode statistik yang dapat digunakan dengan mengabaikan segala asumsi yang melandasi metode statistik parametrik, terutama yang berkaitan dengan distribusi normal (www.wordpres.com.statistik-nonparametrik/bimbingan-konseling.htm. diakses pada 11 Januari 2008).
Pendapat di atas menyimpulkan bahwa analisis deskriptif non parametrik yaitu sebuah usaha mendeskriptifkan data-data statistik hasil penelitian yang dilakukan untuk lebih memahami pola data tersebut. Dalam data statistik non parametrik menggunakan median dan modus sebagai pengukuran pusat datanya, dan tidak adanya pengukuran standar deviasi dan varians. Sehingga bisa dikatakan statistik deskriptif untuk non parametrik lebih sederhana dan praktis.
Seperti telah dijelaskan, penggambaran data (deskriptif) bisa dilakukan dengan menjelaskan besaran statistik yang penting dan relevan, menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafik.

1. Besaran Statistik yang Relevan.
Untuk data nominal, maka statistik yang relevan adalah modus (mode), sedangkan untuk data ordinal adalah median. Data sikap (tipe ordinal) mempunyai median, Angka ini didapat dengan mengurutkan 40 data tersebut dari angka terkecil sampai terbesar, kemudian membagi urutan data tersebut menjadi dua bagian:
1 1 1 1 ……………… 2 2 2 …||… 2 2 2 …………. 3 3 3 3
20 data MEDIAN 20 data
dari gambar diatas, terlihat bahwa jika data dibagi dua, maka titik tengah (Median) ada ditengah data ke 20 dan data ke 21

2. Tabel (Freequency Table)
Tabel frekuensi menjelaskan persentase dan kumulatifnya untuk setiap variabel.

3. Chart Data:
Chart yang digunakan adalah bar chart (bentuk gambar batang), yang sebenarnya sama dengan penyajian data secara tabel, hanya disini data ditampilkan lebih simpel dan menarik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar